Bambang Sutiyoso

Pastikan setiap langkah kita bernilai kebaikan

SUKSESI PIMPINAN UII

Gerbong lokomotif suksesi pimpinan UII telah mulai berjalan. Tahap pertama di Universitas sudah dilakukan pilihan Rektor dan dilanjutkan dengan wakil Rektor. Di Fakultas-fakultas juga nantinya ada suksesi Dekan, Wakil Dekan, Prodi dan seterusnya. Pergantian pimpinan sebenarnya merupakan sunnatulloh (hukum alam) yang cepat atau lambat pasti terjadi. Karena tidak ada kepemimpinan manusia yang langgeng, karena manusia terbatas dengan dimensi ruang dan waktu.

Pergantian pimpinan merupakan momentum yang sangat penting bagi suatu organisasi, karena diharapkan pimpinan baru nantinya lebih amanah, adil, kreatif dan inovatif  dalam memajukan institusi baik dalam skala nasional maupun internasional. Di samping itu pimpinan baru nantinya juga siap memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para pemangku kepentingan (stake holder), lebih bijak mengambil keputusan, memberikan iklim kondusif dalam dunia keilmuan dan dunia kerja, dan yang tidak kalah pentingnya juga diharapkan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan bagi para dosen maupun karyawannya.   

Barangkali tidak berlebihan, kalau ada keinginan sejumlah pihak kepada pimpinan baru Universitas (Rektor Terpilih),  agar dapat memilih orang-orang yang terbaik untuk kabinetnya (Wakil Rektor) dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kompetensi, dedikasi, moralitas maupun representasi Fakultas-Fakultas. Terlebih karena kepemimpinan bersifat kolegial, sehingga nantinya ada sinergi yang kuat dan handal dalam menjalankan tugas-tugas dan tanggungjawabnya. Di samping itu, diharapkan kepemimpinan baru juga dapat lebih konsen dan focus dalam kinerjanya mengurus Universitas, serta tidak terlalu sering keluar kota atau ke luar negeri, kecuali semata-mata mengemban tugas dan untuk kepentingan UII.

Akhirnya kepada siapapun yang nanti akan terpilih dan dipilih sebagai pimpinan di tingkat Universitas, baik Rektor maupun Wakil Rector,  kami mengucapkan selamat bertugas, semoga dapat menjalankan amanah dengan baik, dicintai dan mencintai seluruh civitas akademika, dan senantiasa mendapat hidayah dan perlindungan dari Alloh SWT. Amien.

 

  • 0 Comments
  • Filed under: Uncategorized
  • Walaupun kita sudah memiliki bisnis ‘Offline’ sendiri,
    mempromosikan bisnis melalui internet tetap PENTING.

    Karena hal ini yang akan membuat selangkah lebih maju daripada kompetitor. Bahkan juga bisa melipatgandakan
    keuntungan bisnis kita. Mengapa begitu?

    Karena internet memiliki kelebihan-kelebihan berikut ini:

    1. Siap Sedia 24 Jam.
    Tidak seperti praktek bisnis offline lainnya yang layanannya tergantung pada hari kerja dan jam kerja, web site  selalu siap sedia 24 jam serta bisa diakses oleh pelanggan    dari mana saja dan kapan saja.

    2. Menjangkau Pangsa Pasar Yang Tertarget.
    Melalui promosi online, bisa secara efektif memasarkan
    bisnis berdasarkan pangsa pasar yang ditargetkan. Baik dari segi area, minat, kebutuhan pelanggan, bahasa, dan lain-lain.

    3. Mengangkat Citra Bisnis Kita.
    Dengan memiliki sebuah web site, citra (image) bisnis kita   bisa terangkat. Walau bisnis pak yos tidak besar, tetapi melalui kehadiran secara online, citra bisnis kita akan terangkat dibandingkan kompetitor lain dan bisa bersaing dengan perusahaan besar.

    4. Biaya Pemasaran Yang Lebih Efektif Dan Efisien.
    Karena pemasaran melalui internet sangat tertarget dan biaya relatif lebih rendah dibanding pemasaran offline, sehingga  biaya yang dikeluarkan untuk pemasarannya juga lebih   efektif dan efisien.

    5. ‘Memposisikan’ Bisnis Di Masa Depan!
    Semakin hari, semakin banyak bisnis yang hadir secara online. Demikian juga kompetitor lainnya. Kalau tidak sekarang, kelak pun mereka akan menghadirkan bisnisnya melalui internet. Karena itu, kehadiran situs bisnis di internet,     setidaknya telah menolong memposisikan bisnis di masa depan.

    6. Mempermudah Dalam Membangun Hubungan Baik Dengan Pelanggan.
    Karena internet adalah media yang interaktif, dengan
    mudah menjalin komunikasi dan menjaga hubungan baik dengan
    pelanggan. Baik itu melalui newsletter, kotak saran, 
    survey/polling, forum,dll. Kelebihan macam-macam perangkat 
    ini, Anda bisa melayani banyak pelanggan dalam satu waktu. 
    Lebih hemat waktu, tenaga dan biaya, bukan ?! :-) 

    7. Sistem Otomatisasi Yang Responsif.
    Melalui sistem otomatisasi, web site bisa memberikan  respon dengan cepat jika datang pesanan atau permintaan informasi bisnis yang lebih lengkap dari pelanggan. Di jaman yang serba instan ini, kecepatan layanan adalah kemutlakan, bukan?! :-)

    Sumber : Email dari Asian Brain IMC

  • 0 Comments
  • Filed under: hukum
  • MARHABAN YA RAMADHAN…

    Saudara-saudaraku muslim  di manapun berada, dengan penuh ketulusan  saya ucapkan :

    “selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan tahun 1430 H, semoga di bulan yang penuh rahmat, barokah dan maghfirah ini kita diberikan kemuliaan dan ditinggikan derajatnya di sisi-NYA…..mohon maaf jika ada salah dan khilaf selama ini…” . Puasa bukan alasan menjadi loyo dan malas, tetapi puasa saatnya lebih produktif dan inovatif…….insyaalloh.  

     

    10 Cara Meningkatkan Kehidupan Anda

    Siapapun orangnya tentunya ingin selalu meningkatkan kualitas kehidupannya, dengan berbagai cara dan upaya. Beberapa tipsnya ada dalam tulisan ini yang  saya kutip dari  majalah Lisa dalam http://www.rajaraja.com/tipstrik_detail.php?id_tips=472. Selengkapnya silakan di baca mudah-mudahan bermanfaat.

    Di awal tahun, di saat Anda tengah mulai merencanakan berbagai hal dalam meningkatkan kehidupan Anda di tahun ini, Steve Pilkington - seorang konsuler terapi di Amerika Serikat, memberikan beberapa tips yang bisa meningkatkan kehidupan Anda.

    1. Refleksikan Penghargaan Tertinggi Bagi Diri Anda
    Seimbangkan berbagai hal yang menjadi unggulan diri Anda dengan tujuan kehidupan yang telah direncanakan. Tujuan-tujuan ini harus mengekspresikan diri dan apa saja dari diri Anda yang sangat dicintai. Keinginan terdalam untuk mengisi hidup akan datang, saat nilai-nilai yang Anda punyai bisa seimbang dengan tujuan yang hendak diraih.

    2. Ciptakanlah Lingkungan Yang Akan Mendukung
    Berhentilah “melawan” arah angin. Saat mencoba melakukan perubahan dalam diri, ciptakanlah lingkungan yang memungkinkan Anda untuk melangkah ke depan, Lingkungan-lingkungan ini misalnya, lingkungan yang lebih intelektual, lebih religius, lebih memotivasi, lebih menginspirasi dan lainnya - segala sesuatu yang ada dalam hidup adalah lingkungan Anda. Pergunakanlah lingkungan tersebut secara bijaksana, atau cobalah untuk menciptakan lingkungan yang lebih baru lagi

    3. Tetap Berhubungan Dengan Komunitas
    Komunitas kita mempunyai potensi yang besar untuk meningkatkan dan menunjang kita (bukan saja sebuah komunitas dalam bentuk fisik semata). Berhubungan dengan komunitas memungkinkan kita menjadi salah satu bagian yang lebih besar dari diri kita sendiri

    4. Kenali Dan Gunakanlah Tubuh
    Berolah raga, makan dengan tepat dan mendapatkan cukup tidur, akan menjaga diri dan tubuh dengan baik - lagi pula, tubuh ini merupakan satu-satunya yang kita miliki secara harafiah. Cobalah untuk mencapai impian tubuh yang bisa digapai

    5. Jangan Takut Menanggung Risiko
    Saat berada diakhir perjalanan hidup, sangat diyakini kalau penyesalan terbesar seseorang adalah saat kita tidak berani menanggung risiko. Jika kita sudah begitu terikat dengan apa yang kita lakukan, hal yang sama akan datang setiap waktu sehingga tidak mungkin kita menghindari risiko di depan. Hadapi risiko itu dan jadikanlah sebagai pengalaman.

    6. Hadapi Kegagalan Sebagai Hal Yang Baik
    Kegagalan sebenarnya bukanlah benarbenar kegagalan, kecuali kalau ternyata kita juga gagal dalam mengambil hikmahnya. Segeralah berbenah diri, ini akan membantu Anda untuk menghadapi berbagai halangan untuk meraih kesuksesan. Analisa dan belajarlah dari berbagai hal yang telah Anda coba namun belum mencapai kesuksesan

    7. Jalanilah Hidup Dengan Penuh Kekuatan
    Apakah yang membuat Anda berbeda dengan orang lain? Apa yang menjadi keahlian Anda? Tidak banyak orang di dunia ini, bisa mendapatkan berbagai bakat dan kemampuan seperti yang Anda miliki. Simpanlah waktu untuk lebih memperkaya dan meningkatkan kekuatan ini, sehingga Anda bisa melakukan yang terbaik

    8. Jangan Mati Sebelum Mencapai Harapan
    Banyak orang punya banyak keinginan dalam hidupnya, tapi kita juga lebih banyak menyerah oleh rasa takut yang menyerang. Berbagilah harapan tentang sesuatu yang sangat Anda idamkan, dengan orang-orang sekitar Anda. Harapan Anda adalah musik Anda, jangan pernah meninggal sebelum Anda memilikinya

    9. Atasi Ketakutan
    Ketakutan selalu berada dalam diri kita kapan saja, sehingga membuat kita mundur melakukan sesuatu. Hadapi dan perangilah ketakutan ini dengan melakukan tindakan yang memang harus Anda lakukan. Mengatasi ketakutan yang ada dan pengalaman akan menumbuhkan impian yang lebih besar dari yang Anda duga sebelumnya

    10. Hiduplah Untuk Masa Datang
    Saat ini merupakan satu-satunya waktu yang kita miliki secara nyata. Hari kemarin sudah lenyap selamanya dan esok belum tentu datang untuk kita. Jangan pernah menyia-nyiakan hidup yang sangat berarti ini, dengan selalu melihat ke belakang atau terlalu berpikir ke depan. Hiduplah untuk saat ini dan gunakanlah untuk mendapatkan pengalaman yang sangat berarti dalam kehidupan Anda saat ini.

    Sumber tulisan:

    Majalah Lisa dalam http://www.rajaraja.com/tipstrik_detail.php?id_tips=472

     

     

  • 0 Comments
  • Filed under: Tips
  • Jargon Kampanye Capres

    Tim sukses SBY sedang pusing melakukan pembenahan di Palembang, alasannya : Ketika mereka memunculkan jargon “SBY berbudi”, mereka tidak memikirkan kalau di palembang arti kata Budi = Menipu/berbohong.

    Jadi artinya SBY berbudi = SBY berbohong, sehingga slogan-slogan di Palembang yang naik cetak harus dibatalkan semua.

    Oleh karena itulah orang Palembang lebih suka SBY berpasangan dengan Hatta Rajasa agar jargonnya jadi “SBY berjasa”

    Tetapi masih untung SBY tidak berpasangan dengan Salahudin karena jargonnya jadi “SBY bersalah”

    Dan juga PAN tidak jadi mengajukan ketumnya Sutrisno Bachir karena jadi “SBY berachir”

    Namun siapapun “ber sama nya, tetap SBY depannya”….termasuk Rani kalo jadi cawapres menjadi “SBY berani”.

    Sumber :
    Humor Politik
    http://ketawa.com/humor-lucu/det/6130/jargon_kampanye_yang_membingungkan.html

  • 0 Comments
  • Filed under: Uncategorized
  • Ini dia kabar baik yang ditunggu-tunggu oleh para dosen baik negeri maupun swasta yang sudah lulus sertifikasi maupun yang dalam proses persiapan sertifikasi (semoga nanti lulus semua ya…). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menandatangani peraturan pemerintah (PP) tentang dosen beberapa hari lalu. Dosen yang telah bersertifikasi akan mendapat tunjangan profesi satu bulan gaji, sedang untuk seorang profesor akan memperoleh 3 kali bulan gaji.
    “Semoga PP ini bisa memperbaiki nasib dosen kita,” kata SBY dalam pidato peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kampus ITB, Selasa (26/5). Hadir dalam kesempatan tersebut Mendiknas Bambang Sudibyo dan Menag Maftuh Basyuni.
    Ditandatanganinya PP Dosen melengkapi PP Guru yang telah ditandatangani Presiden SBY tahun lalu. Kedua PP tersebut merupakan pengejawantahan dari Undang-Undang (UU) Guru dan Dosen yang disahkan pada pertengahan 2005 lalu. PP Guru sebelumnya sudah disahkan.
    Di sisi lain Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Depdiknas, Fasli Jalal menjelaskan, tunjangan profesi dosen tahun 2009 akan diberikan kepada 12 ribu dosen yang memenuhi syarat. “Dari jumlah itu, pada tahap awal tunjangan diberikan kepada 3800 guru besar yang secara otomatis mendapat sertifikasi,” cetusnya.
    Fasli mengatakan saat ini, sedang dilakukan proses seleksi bagi dosen yang memenuhi syarat mendapatkan sertifikasi. Salah satu syaratnya adalah bergelar doktor dan telah mengajar di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta selama 15 tahun.
    “Dan juga memiliki pengalaman di beberapa organisasi atau jurnal penelitian,”jelasnya.
    Tunjangan bagi para guru besar memang cukup besar, bisa tiga kali lipat, karena selain mendapat tunjangan profesi, guru besar juga mendapat tunjangan fungsional dan tunjangan lain. Seorang guru besar mendapat gaji kasar bekisar Rp 10-13 juta per bulan.
    Proses seleksi dosen, kata Fasli melibatkan perguruan tinggi yang masuk kategori mampu melakukan sertifikasi intern, antara lain, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universtas Andalas, Universitas Sumatera Utara dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
    ”Selain melakukan penilaian fortopolio bagi dosennya sendiri, perguruan tinggi yang masuk world class tersebut akan dilibatkan dalam proses penilaian dosen dari perguruan tinggi lain,”katanya.
    Untuk proses sertifikasi dosen, lanjut Fasli, pemerintah mengalokasikan dana Rp 50 miliar. Itu termasuk dana untuk beasiswa dosen menempuh program S2 dan S-3 dalam negeri sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi dosen.
    Disinggung soal kuota masing-masing daerah, Fasli mengatakan, hal itu tidak ada. Mereka yang memenuhi syarat bisa mengajukan diri. Berbeda dengan guru, dosen yang masih berijasah S-1 masih cukup banyak mencapai 60 persen. “Sehingga proses sertifikasi tidak secepat dan sebanyak guru,” ujar Fasli.
    Dengan adanya tunjangan profesi dosen, lanjut Fasli, ada peningkatan kesejahteraan yang cukup berarti. Bila sebelumnya gaji kotor dosen antara Rp 4-5 juta, dengan adanya tunjangan profesi bisa mencapai Rp 7 juta per bulan.
    Disinggung jumlah dosen saat ini, Fasli memaparkan, jumlah dosen pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 75 ribu orang. Sekitar 65 ribu orang bekerja di PTN dan 10 ribu diantaranya diperbantukan ke perguruan tinggi swasta (PTS).
    Sedangkan guru swasta tercatat sebanyak 80 ribu orang. ”Tak ada pembedaan antara dosen negeri atau swasta. Kesempatan diberikan kepada dosen yang memenuhi syarat tanpa melihat apakah negeri atau swasta,” ujarnya.

    Sumber :
    http://www.poskota.co.id/aktual/2009/05/26/sby-tandatangani-pp-dosen-dan-prof-dapat-tunjangan, http://sbypresidenku.com/content/presiden_tandatangani_pp_tunjangan_dosen

  • 0 Comments
  • Filed under: hukum
  • Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    Saudara-saudaraku para wakil rakyat yang terhormat,
    Terlebih dulu kami atas nama segelintir anak bangsa mengucapkan selamat kepada Anda yang telah berani mengambil keputusan sebagai wakil rakyat baik di tingkat pusat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), maupun sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat Provinsi dan anggota DPRD Kabupaten/Kota. Kami percaya bahwa keputusan Anda sebagai wakil rakyat tentu sudah dipertimbangkan dengan seksama, karena amanah yang harus dipikul nantinya sungguh berat pertanggungjawabannya baik kepada rakyat, bangsa dan negara, serta kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    Di satu sisi wakil rakyat memang mengemban amanah yang sangat mulia, sebagai ”penyambung lidah” bagi rakyat kepada para penguasa untuk menyuarakan dan memperjuangkan berbagai aspirasi yang membutuhkan solusi yang tepat dan bermartabat. Tetapi di sisi lain ”kursi” wakil rakyat adalah ”kursi panas” yang penuh dengan tantangan, dinamika, problematika dan juga resiko manakala tidak berhati-hati. Sudah banyak contoh wakil rakyat yang tidak amanah dan melakukan tindakan melawan hukum seperti korupsi yang merugikan keuangan negara, kemudian berakhir di bui. Anda para wakil rakyat mestinya dapat berpikir jernih dan tentunya tidak ingin mengikuti jejak mereka sebagai narapidana .
    Oleh karena itu, kalau boleh kami memberikan ”urun rembug” kepada Anda para wakil rakyat, sejak awal luruskanlah niat Anda. Niat itu sangat penting dalam mengawali suatu aktifitas apapun, karena amal perbuatan seseorang sangat tergantung pada niatnya. Janganlah Anda ingin menjadi wakil rakyat hanya karena motivasi ”materi” dan ”gengsi”, tetapi niatkanlah dalam rangka untuk ibadah, berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara, membantu mengatasi segudang persoalan yang dihadapi rakyat dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Janganlah Anda terlalu banyak mengobral janji-janji manis seperti saat kampanye, tetapi yang penting buktikan dengan kesungguhan dan kerja nyata. Anda bisa lihat sendiri, kehidupan rakyat masih banyak yang menderita dan membutuhkan tenaga dan fikiran Anda untuk mengentaskannya. Harus disadari bahwa Anda memang digaji besar untuk memikirkan kepentingan rakyat, bukan untuk memikirkan kepentingan diri sendiri.. Ketika Anda sudah menjadi wakil rakyat baik di pusat maupun daerah, sekali lagi Anda adalah sebagai representasi dari rakyat, bukan representasi dari kepentingan kelompok tertentu atau partai yang mengusung Anda sebelumnya
    Wakil rakyat yang baik bukanlah yang banyak bicara tanpa aksi nyata, tetapi wakil rakyat yang baik adalah sosok yang mau mendengar dan merasakan dengan hati nuraninya apa yang sesungguhnya terjadi dan dirasakan oleh rakyatnya. Sehingga langkah-langkah dan prioritas tindakan yang dilakukan nantinya dapat terarah dan tepat sasaran, serta memberikan kepastian harapan, keadilan dan kemanfaatan sebesar-besarnya kepada rakyat. Sosok wakil rakyat seperti itulah sebenarnya yang dibutuhkan di tengah carut marutnya situasi dan kondisi bangsa kita sekarang ini.

    Saudara-saudaraku para wakil rakyat yang mulia,
    Salah satu persoalan krusial yang dihadapi bangsa dan rakyat kita sekarang ini yang perlu diperhatikan oleh Anda sebagai wakil rakyat adalah menyangkut rendahnya kualitas sistem pendidikan di Indonesia. Padahal kualitas sistem pendidikan merupakan suatu tolok ukur keberhasilan atau maju tidaknya suatu negara. Negara yang maju tingkat kualitas pendidikan rakyatnya tentu mencerminkan para penguasa dan pejabatnya memang punya kepekaan dan kepedulian terhadap generasi penerus yang kelak akan menggantikan tampuk kepemimpinan di masa depan. Persoalan pendidikan bagi generasi penerus merupakan persoalan serius yang harus diprioritaskan penanganannya. Kami dan rakyat sungguh prihatin mengapa kualitas sistem pendidikan bangsa kita masih jauh tertinggal dengan bangsa lain, tidak perlu melihat peringkat dunia tetapi juga di peringkat Asia atau bahkan Asian. Pada sekitar tahun tujuh puluhan, Indonesia pernah banyak mengirim dosen-dosen dan guru-guru ke Malaysia, tetapi lihatlah sekarang bagaimana sistem pendidikan di Malaysia jauh lebih unggul dan modern dari Indonesia, baik perangkat infrastrukturnya maupun suprastrukturnya. Indonesia justru sekarang berkebalikan keadaannya dengan Malaysia, yaitu banyak belajar dan berguru ke Malaysia dengan mengirimkan siswa-siswa ataupun mahasiswanya untuk menimba ilmu di Malaysia. Ini mestinya menjadi pembelajaran kita semua, karena para penguasa di Indonesia tidak begitu serius memikirkan dan menangani persoalan pendidikan. Apakah keadaan seperti ini akan terus dibiarkan sehingga pendidikan di Indonesia semakin terpuruk dan tertinggal dari bangsa lain?
    Marilah kita cermati bagaimana fenomena yang terjadi dengan keberlangsungan pendidikan di Indonesia. Marilah buka mata, buka telinga dan hati kita, ternyata di lapangan masih begitu banyak ditemukan anak-anak bangsa yang belum menikmati pendidikan secara memadai dan bahkan ada yang sama sekali tidak menikmati indahnya bangku pendidikan. Lihatlah betapa banyak anak-anak seusia sekolah yang menjadi anak-anak jalanan yang kesana kemari di jalan-jalan sekitar lampu lalu lintas (traffict light) untuk mencari sekeping rupiah dari pengendara bermotor. Di kampung-kampung banyak anak-anak yang putus sekolah karena orangtuanya tidak mampu membayar biaya sekolahnya yang cukup mahal. Di samping itu kita juga menyaksikan banyaknya gedung-gedung sekolah yang sudah rusak parah sehingga tidak layak lagi sebagai tempat belajar, terbatasnya sarana prasarana pendidikan, kurikulum pendidikan tidak jelas arahnya, mutu guru pengajar yang masih rendah dan tidak memiliki kompetensi yang standar, bahan ajar berupa buku-buku sekolah yang mahal dan berubah-ubah terus sehingga semakin memberatkan siswa, dan masih segudang persoalan lain yang terjadi di lapangan yang cukup memprihatinkan dengan sistem pendidikan kita.
    Melihat banyaknya ketimpangan dan persoalan dalam sistem pendidikan kita, rakyat sesungguhnya sangat berharap kepada Anda para wakil rakyat untuk memperjuangkan dan memberikan solusi yang melegakan. Memang ”di atas kertas” sudah ada political will dan bahkan sudah menjadi kebijakan dari pemerintah untuk menaikkan anggaran pendidikan sampai sebesar 20 % dalam APBN, ada dana BOS untuk sekolah dasar dan beasiswa pendidikan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sistem pendidikan, serta munculnya beberapa sekolah unggulan di kota-kota besar, tetapi apakah semua itu dapat dinikmati secara merata oleh rakyat? Mungkin bagi orang-orang berduit, pendidikan bukan lagi menjadi masalah, karena mereka bisa memilih sekolah dengan fasilitas terbaik sekalipun. Tetapi bagaimana dengan orang-orang miskin, anak-anak jalanan, dan orang-orang yang termarjinalkan lainnya, tentunya nasibnya tidak sebaik orang-orang kaya. Bagaimana mereka dapat memikirkan dan memilih sistem pendidikan yang baik untuk anak-anaknya, untuk memikirkan kebutuhan hidup sehari-hari saja masih sulit. Kebutuhan pokok hidup mereka saja seperti sandang, pangan dan papan masih belum dapat terpenuhi secara layak Itulah gambaran betapa kehidupan rakyat belum sepenuhnya tersentuh oleh kebijakan pemerintah, khususnya menyangkut persoalan pendidikan yang berkualitas bagi rakyat. Kalaupun sudah ada kebijakan pemerintah, tetapi implementasinya belum optimal dan jauh dari prinsip pemerataan.

    Saudara-saudaraku para wakil rakyat yang baik,
    Kami percaya Andapun sebenarnya mungkin sudah mengetahui persoalan seputar rendahnya kualitas sistem pendidikan di Indonesia. Karena semestinya Andalah para wakil rakyat yang seharusnya turun ke lapangan melihat realitas pendidikan rakyat yang sebenarnya. Anda sebenarnya tidak pantas hanya duduk manis tanpa karya dan prestasi di kantor wakil rakyat yang begitu megah atau bersenang-senang dengan fasilitas yang serba mewah, tanpa berbuat sesuatu yang bermakna bagi rakyat. Tolong pikirkan dan berbuatlah sesuatu untuk rakyat, berbuatlah untuk memajukan sistem pendidikan di tanah air tercinta ini.
    Sebagai bahan masukan kepada Anda, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh para wakil rakyat dalam meningkatkan kualitas sistem pendidikan kita. Prinsip manajemen mulai dari planning, organizing, actuating, dan controlling dapat dipakai untuk mendukung efektifitas kinerja Anda. Planning atau perencanaan penting dilakukan untuk merancang kegiatan yang hendak dilakukan supaya betul-betul terkonsep dengan baik. Misalnya ketika akan menyusun rancangan peraturan tertentu yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sistem pendidikan, harus dengan perencanaan yang baik. Libatkan partisipasi rakyat agar rakyat merasa dihargai dan diwakili kepentingannya. Anda sebagai wakil rakyat mempunyai hak inisiatif membuat rancangan peraturan baik di pusat maupun daerah sesuai kompetensi Anda. Apapun peraturan yang dibuat, pastikan untuk kebaikan rakyat, termasuk bagaimana mengangkat isu kualitas sistem pendidikan baik dalam skala nasional maupun daerah. Dalam hal pengorganisasian (organizing) dan pelaksanaannya (actuating) harus dilakukan secara cermat. Pilih orang-orang yang kompeten untuk menggarapnya, patuhi aturan dan prosedur yang berlaku, dan jangan sampai korupsi. Dan jangan lupa selalu melakukan evaluasi dan pengontrolan (controlling) secara konsisten dan berkelanjutan terhadap proses pekerjaan yang dilakukan. Pastikan apapun pekerjaannya sesuai dengan rencana dan aturan main yang seharusnya.
    Disamping itu gunakan hak-hak Anda sebagai wakil rakyat secara efektif, apakah hak inisiatif, hak angket, hak interpelasi dan lain-lainnya, ketika Anda berhadapan dengan pihak eksekutif dan memang hak-hak tersebut memang tepat di pergunakan. Janganlah Anda hanya sebagai ”pembebek” kebijakan pemerintah, tetapi Anda sebagai wakil rakyat harus kritis dan cerdas dalam menyikapi kebijakan pemerintah. Katakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah. Kalau Anda konsisten dan komitmen dengan semua tugas-tugas wakil rakyat, insyaalloh tidak ada pekerjaan yang sulit. Anda pasti mampu menyuarakan aspirasi rakyat, guna memajukan kualitas sistem pendidikan kita. Sejarah akan mencatat dengan ”tinta emas” kalau Anda mampu menyelesaikan tugas dan tanggungjawab dengan baik.

    Saudara-saudaraku para wakil rakyat yang baik,
    Di pundak Anda sungguh melekat tanggungjawab besar, rakyat hanya dapat meminta dan berharap kepada Anda. Itupun mungkin hanya dalam hati, karena rakyat terkadang segan bertemu Anda, karena sikap dan perilaku Anda sering tidak merakyat. Anda berpenampilan parlente dengan mobil yang mengkilap, sehingga seolah Anda menjaga jarak dengan rakyat. Rakyat menjadi sungkan mau bicara dan dekat-dekat dengan Anda. Meskipun sebenarnya Anda adalah wakilnya rakyat dan dipilih oleh rakyat, tetapi ketika sudah terplih terkadang malah melupakan rakyat. Tetapi semoga dengan surat yang kami sampaikan ini, hati nurani Anda terketuk dan kembali memiliki tekad menjadi wakil rakyat yang baik, bahkan yang terbaik.
    Demikian curah gagasan mewakili anak bangsa ini kami sampaikan, dengan harapan Anda benar-benar akan menjalankan amanah dan berdedikasi tinggi sebagai wakil rakyat sebaik-baiknya. Kami dan rakyat tentu akan mendukung langkah-langkah Anda yang membela dan berjuang untuk rakyat, tetapi kami juga tidak segan-segan mengingatkan Anda sebagai wakil rakyat kalau memang Anda mengabaikan tugas-tugasnya membela rakyat. Akhirnya kami ucapkan selamat berjuang para wakil rakyatku, perjuangkanlah kualitas sistem pendidikan yang terbaik untuk negeri tercinta ini, bangsa dan rakyat menunggu janji dan karyamu.

    Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

  • 0 Comments
  • Filed under: Uncategorized
  • Pengacara yang Baik Hati

    Sore itu, seorang pengacara sedang mengendarai limousinnya ketika ia melihat dua orang sedang makan rumput di tepi jalan. Ia memerintahkan sopirnya berhenti dan keluar dari mobil.

    “Mengapa kalian makan rumput?” tanyanya.

    “Kami tidak punya uang buat beli makanan,” jawab yang seorang.

    “Oh, kalau begitu kamu ikut aku,” perintah si pengacara.

    “Tapi, pak, saya punya istri dan dua orang anak!”

    “Bawa mereka juga!” jawab si pengacara, lalu menunjuk orang satunya, “kamu juga ikut aku.”

    “Tapi, Pak, anak saya enam!” kata orang kedua.

    “Bawa mereka juga!” jawab sang pengacara sambil menuju ke limousinnya.

    Mereka semua masuk ke mobil dengan susah payah (padahal limousin sudah termasuk mobil besar lho ….)

    Dalam perjalanan, salah satu gelandangan berkata, “Pak, Anda orang yang sangat baik hati. Terima kasih telah bersedia membawa kami semua bersama Anda.”

    Jawab si pengacara, “Jangan khawatir, rumput di rumah saya hampir setengah meter tingginya.”

    Sumber tulisan:
    http://ketawa.com/humor-lucu/det/6071/pengacara_yang_baik_hati.html

  • 0 Comments
  • Filed under: Uncategorized
  • Kriteria Pemimpin Yang Baik.

    Detik-detik pencontrengan suara dalam pemilu semakin dekat. Banyak dikalangan masyarakat yang bingung tidak hanya dengan mekanisme pencontrengan pemilu, tetapi juga caleg manakah yang harus dipilih nantinya. Sekarang dengan begitu banyaknya partai kontestan pemilu (38 partai), di mana masing-masing menyertakan daftar calegnya, memang bukan hal yang mudah untuk memilih siapa caleg yang benar-benar amanah dan berjuang untuk kepentingan rakyat. Masing-masing partai ibarat jualan jamu, semua mengklaim partainya yang paling baik, paling terpercaya dan paling ahli dalam mengurusi berbagai persoalan bangsa demikian kompleknya. Bahkan tidak jarang antara partai satu dengan yang lain saling mendiskreditkan dan mengungkapkan kejelekan kiprah partai dan pemimpinnya. Kita dan masyarakat tentu sepakat bahwa negara dan bangsa ini membutuhkan sosok pemimpin sejati, sebagaimana yang diidam-idamkan selama ini.

    Dalam konteks itu, sebenarnya ada banyak kriteria pemimpin yang baik, termasuk caleg yang perlu dipertimbangkan dan dipilih nantinya. Beberapa kriteria tersebut antara lain :
    1. Kapabelitas, yaitu memiliki kemampuan yang memadai, baik dari sisi intelektual, leadership, manajemen dan sebagainya.
    2. Kredibelitas, yaitu selama ini orang tersebut memiliki track record yang baik, seperti jujur, komitmen yang tinggi, amanah, terpercaya, tidak arogan, bisa kerja sama, menghargai dan sebagainya.
    3. Akseptabilitas, yaitu dapat diterima dan dapat diapresiasi oleh semua golongan.

    Oleh karena itu, pada pemilu nanti berupayalah memilih pemimpin terbaik, yang sudah teruji kapabelitasnya, kredibelitasnya dan akseptablitasnya dengan tentu saja memohon petunjuk dari Alloh SWT. Mudah-mudahan partispasi kita dalam pemilu nantinya sebagai bentuk ibadah dalam upaya mencapai kemaslahatan ummat.

  • 0 Comments
  • Filed under: Tips
  • Informasi yang sedikit melegakan bagi para dosen dan guru yang sudah lulus sertifikasi terutama yang sampai sekarang ini belum mendapatkan hak-haknya, karena penerbitan PP tentang Dosen dan Perpres yang terkait dengan tunjangan profesi akan dipercepat. Informasi selengkapnya kami sampaikan berikut ini.

    Jakarta, Senin (30 Maret 2009) — Penerbitan peraturan pemerintah (PP) tentang dosen dan peraturan presiden tentang tunjangan profesi dipercepat. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan, secara teknis kedua instrumen hukum itu terus digarap bahkan dipercepat. Sementara, kata Mendiknas, terkait tunjangan profesi guru maupun dosen di Depdiknas selama ini sudah dibayarkan.

    “Jadi sebetulnya tidak ada masalah meskipun perpresnya belum diselesaikan karena Menteri Keuangan mengizinkan sebelum perpresnya terbit untuk membayarnya atas dasar permendiknas. Permendiknas ini sudah ada dan sekarang ini sudah dibayarkan dan mengucur, yang belum mengucur adalah tunjangan profesi di Departemen Agama,” kata Mendiknas saat memberikan keterangan pers di Plaza Depdiknas, Jakarta, Senin (30/03/2009).

    Adapun terkait surat Menteri Keuangan Nomor S-145/MK 05/2009 tanggal 12 Maret 2009, Mendiknas mengatakan, semangat surat Menteri Keuangan kepada Mendiknas dan Menteri Agama adalah untuk mempercepat proses penyelesaian PP tentang dosen dan perpres tentang tunjangan profesi. “Jadi tidak ada sama sekali maksud untuk membatalkannya. Tujuan menteri keuangan adalah agar itu segera selesai sebelum bulan Juli,” katanya.

    Mendiknas menyampaikan, terkait tunjangan profesi di Departemen Agama, Menteri Agama telah menulis surat edaran kepada semua kantor wilayah di Departemen Agama agar segera membayarkan tunjangan profesi guru dan dosen di lingkungan Departemen Agama karena sudah boleh dibayarkan. Mendiknas menambahkan, tunjangan profesi guru dan dosen diberikan kepada guru maupun dosen tetap PNS maupun non-PNS yang besarnya adalah 100 persen gaji pokok PNS. “Untuk guru atau dosen non-PNS besarnya adalah sebesar angka ekuivalensinya atau angka kesetaraannya sesuai dengan tingkat pendidikan dan masa kerja yang bersangkutan,” katanya.***

    Sumber:
    Pers Depdiknas, lihat di http://www.depdiknas.go.id/

  • 0 Comments
  • Filed under: hukum